August 30, 2025

BACAN4D | SITUS SLOT GACOR NIKMATNYA MERASAKAN TUBUH SEKSI PERAWAN JUNIORKU

Namaku Adi, seorang spesialis kandungan dokter di rumah sakit negeri di kota Bandung. Umurku 23 tahun. Terus terang aku punya mempunyai beberapa kenalan dengan dokter wanita disini atau anak kedokteran yang masih asisten. Tentu yang aku plih bukan sembarangan, harus lebih muda, cantik dan seksi. Sebenarnya sudah banyak yang mencoba menarik hatiku tapi sejauh ini aku belum mau serius dan kalau bisa aku manfaatin selama jauh dengan pacarku. Sudah banyak yang aku perdaya tapi ada satu orang yang membuatkau sangat penasaran. Namanya Febby,umurnya sekitar 23 tahun dia dari perguruan tinggi negeri kota bandung. Wajahnya cantik dan tatapannya teduh, dia juga berjilbab lebar berbeda dengan anak lainnya. Walaupun jilbabnya pin tidak mampu menutupi lekukan dadanya aku taksir kalau tidak 36 B mungkin 36 C. Tutur katanya lembuat dan halus benar-benar membuatku mabuk. Apalagi dia sangat menjaga pergaulan. Sesekali aku coba berusaha biaca dengabnnya tapi dia selalu menundukkan wajah nya setiap bicara denganku. Dia pun tidak menyambut tanganku ketika aku aja untuk bersalaman. Kulit putih nya sanagt halus ketika aku coba perhatikan pipi dan ujung tangannya. lalu aku membujuknya untuk pergi makan bersamaku, tapi dijawab terimakasih dok saya pergi dengan teman-teman saja. jangan panggil dok panggil saja kak, baik dok ehh kak. tapi terima kasih tawarannya aku bareng teman saja. kalau begitu sekalian ajak saja teman kamu, setengah berharap dia mau menerima terima kasih dok ehh kak, nanti merepotkan teman temanku.

Terkadang gurauan ringan itu yang tidak pernah aku dapatkan dari pacarku atau teman. Aku tersenyum kecil mendengar alasan yang sangat lucu, humoris juga dia, baillah mungkin lain kali kataku oh ya jika ada apa-apa administrasi disini atau masalah kerjaan jngan sungkan bicara saja ya, nanti aku bantu aku masih berusaha mencari celah, terimak asih dok ehh kak saya pamit, sambil berjalan saya perhatikan dari belakang roknya juga yang lebar tidak bisa nenutupi lekukan pantarnya yang bergoyang mengikuti langkah kakinya, dia berbeda sekali dengan nita 2 tahun lalu yang pernah aku perawani juga, sama-sama berjilbab walauun tidak selebar dia. Nita pun awalnya agak jual mahal walaupun aku tau dari cara memandangnya dia suka aku dengan beberapa rayuan akhirnya aku bisa memerawani dia di hotel. Tidak dengan paksaan dan sangat mudah. Saat aku sedang melamun tiba-tiba dari belakangku ada yang memeluk dan terus menarikku, ngeelamun nihh dengan suara yang lembut.

tidak semua saya tiduri, yang penting ada penawaran rindu dan bisa memuaskanku walaupun tidak sampai melakukan senggama , aku sibuk kerja, banyak melahirkan juga jadi residen ujarku sambil memegang pinggangnya tidak ada waktu untk aku sebentar saja lalu dia memagut bibirku dan selanjutnya kami bercumbu. Satu persatu aku buka kancing blousernya aku temnukan dua gunugn kembar yang jarang dijamah sama pemiliknya. Aku cumbu cumi dengan lembut tapi sepintas aku ingat febby lagi dan akupun menghentikan aktifitasku, kok berhenti rasya pasti sedang terangsang maaf rasya aku gak konsentrasi karena pekerjaan, ya sudah ujarnya tersengut sambil mengancing kembali blousnya terus berlalu. Sore itu aku sedang membantu persalinan sengaja aku panggil febby untuk mendampingiku.

Wajahnya senang sekali karena aku jarang mendapatkan kesempatan untuk mendampingi dokter saat persalinan seperti ini. Tidak mungkin kan semua masuk ya aku beralasan yang lain tunggu giliran. Dua berusaha menjadi asistenku dengan baik. Pada saat memberikan gunting aku sengaja pura-pura tidak tahu menyentuh tangannya tapi langsung dia tarik, gagal lagi upayaku tapi aku sudah senang dengan melihat wajahnya dari dekat selama persalinan itu. Sekedar dari ruang bersalin terima kasih ya kak jarang ada kesempatan begitu kamu mau akun bikin begitu sambilku mekuruj seorang ibu hamul yang kebetulan lewat, yee ga lah makanya aku cepat dari istri sana sambil tersenyum dan berlalu aku kaget kok dia tau ya sore itu langit mendung dan gelap sekali aku melihat febby berlari keluar sambil menutup kepalanya dengan tas agar tidak terkena hujan kesempatan tin tin aku klakson dia maa pulang bareng aja naik angkot saja sudah biasa kok katanya

tidak berapa lama hujan deras bahkan aku sulit melihat jalan saking derasnya hujan, sampai aku tertidur jam 10 malam ini hujan masih juga belum berhenti keesokan harinya aku harus membantu persalinan lagi dan aku mencari febby. Febby tidak masuk hari ini dok sahut Rinda teman sekampus sambil menggendong bayi di ruang bayi. Dia sakit? aku minta tolong bantu persalinan lagi kataku tidak tau dok, saya tidak dapat kabarnya sahutnya sambil melihatku dengan sopan. Aku lihat Rinda manis juga berjilbab lebar sama dengan Febby, walaupun tidak secantik Febby. Rinda bisa juga dikatakan hight quality. Tingginya 155 cm atau 160 cm, tapi tubuhnya proposional. Dadanya tidak sampai terlihat betul lekukan seperti febby. Kuliatnya kuning bersih kacamata yang dia kenakan semakin membuatnya lebih terlihat anggun. Aku pandang seluruh tubuhnya berbeda juga dengan febby dia tidak sungkan untuk berbicara langung dan melihat walaupun dia juga sama sama menjaga pergaulan.

Ya sudah kamu saja ya bantu saya persalinan dia tersenyum senang terima kasih dok keesokan harinya aku masih belum menemukan febby akhrinya aku dibantu rinda lagi kamu tahu nomor telepin atau kos febby rin tidak dok kita beda kos kenapa gitu sahutnya sambil tersenyum tidak, tapi dia cekatan dan pintar makanya makanya saya suka sekali jika dia menjadi asisten. lagian juga dia gk akan mau sama aku iya dok karena mau selesaikan dulu kuliahnya dia itubaik dan caik lagi sambil mengikuti langkahku di ruang persalinan. aku mulai menggeluarkan racun kalau gk dapat poin 9 minimal 7 atau 8 juga tidak apa-apa Yang penting aku pengen sekali bisa perawani wanita berjilbab lebar ini karena setauku mereka selalu menjaga diri dan pergaulannya. Tantagan tersendiri untuk aku rinda tidak menjawab hanya tersenyum sambil menunduk hari keempat baru aku liat febby datagn namun tak sperti biasanya biasanya febby selalu ceita tapi kali ini tidak dengan wajah murung dan tatapan kososng. Kulihat teman temanya berkumpul dan berusaha bertanya disekitarnya.

Entah apa yagn mereka bicarakan terkadang febbt tersnyim walau getir. Saat istirahat aku coba dekat. Kamu sakit feb, tidak kak, lemah sekali bicaranya, kenapa kamu murung ada masalah? ahh tidak kok feeby mencoba tersenyum walaupun aku liat tidak bisa menutupi kemurungannya. Tidak ada masalah kak cuman kurang sehat saja maaf saya mau makan dulu kak, sambil berlalu meninggalkanku. Ya sudah kalau tidak apa apa kalau kami butuh bantuan jangan ragu untuk minta tolong ke aku ya. iya kak teima kasih. Keeskoakn harinya hari jmat aku berencana pulang agak cepat. aku mau tidur dulu agak malam nanti aku bangun dan pergi ke club terkenal di kota bandung. Ketika aku sedang membereskan buku dan berkas yang aku masukan ke tas tiba tiba pintu kantorku diketuk. Silahkan masuk maaf saya mengganggu, aku lihat sosok kemeja pink berbalut blazer putik khas dokter. Jilbab Pink dan rok putih cantuk sekali dia terlihat.

Wajahnya sambil menunduk walau dia coba beranikan diri meliht wajahku ada apa feb, tidak mengganggu kok saya sedang membereskan berkas, ujarku santai. Ada yang bisa saya bantu, kaka beok ada acara tidak? aku tersentak tumben sekali dia bicara sperti ini. Tidak tidak ada apa besok aku bebas kok aku melupakan janjiku untuk bertemu dengan dian. Psienku yang pernah aku tolong persalinannya. Dia hamil oleh pacarnya tapi kemudian pergi tidak bertanggung jawab. karena aku yang menolong nya hubungan kami menjadi dekat dan tidak perlu dijelaskan detaul yang kami lakukan. Karena bukan inyti dari cerita ini, yang pati kami lakukan dengan sangat aman. Saya mau minta tolong besok pindah kos apa kakak bisa bantu bawakan baarang ? ohh tentu bisa , jam berapa? aku tunggu di kos jam 9 pagi ya ka, sini alamtnya saya tuliskan dulu.

Aku segera batalkan semua agenda dan janjiku. aku segera tidur dant idak sabar menunggu datang nya besok saat petama kali berdua dengan febby. Keesokan harinya aku datang tepat waktu ke alamt yang diberikannya. Sebuah kos yang cukup besar walaupun lumayan tua. bangunun ini pemilik rumah ada di depan. Sedangkan bagian depa 2 lantai bangunan kos. Aku melihat beberapa orang berkumpu dihalaman depan febby dengan mengenakan jilbab putihn kemeja biru, dna rok panjang biru donker, dan rok panjang. Kenapa pindah nduk? padahal ibu senang kamu disini kamu suka bantuin ibu kata seorang wanita berumur lebih dari separuh biaya, iya ibu aku mau cari suasana lain aja supaya aku bisa tenang membuat laporan.

setelah pamit kami berangkat ke alamt baru yang telah dituliskan dikertas oleh febby, pada ruko nomor 21 dan sebelah kanan kiri tidak ada tetangga lalu setlah itu kami turunkan dan masukan semua barang yang ada dimobil hingga sore hari. saya juga mandi di kos baru nya. setelah itu kami feeby menawarkan untuk makan malam bersama di kos baru nya. dan febby menguapas buah apel untukku. Memberikan suapan pertama sambil menatap wajahku. Tangan kiriku menyentuh pipi di wajah yang merah. Mata kami saling menatap. Wajah kami semakin dekat dan tangan kanan meraih dagunya yang lembut seolah tidak ada tulang didagunya. Mungkin ini pertama kalinya wanita yang pertama kali melakukan ciuman. Wanita yang selama ini menjaga kehormatan dan tidak pernah disentuh siapapun sebelumnya. dia tidak membalas juga tidak menolak. kembali aku pagut bibir lembut dan manis kurasakan. Kali ini dia merespon pagutan bibirku basah dan indah dan semakin liar. aku pindahkan kedua tanganku disamping wajahnya dengan posisi jari jempol menempel ke pipi yang lembut. Keempat jariku berada di bawah telinga yang masih tertutup jilbab.Semakin mendekat wajahnya, hingga tangan kananku menyentuh menyusup ke bawah jilbab putih yang lebar kemudian mencari gundukan lembut tepat didadanya.